Minggu, 05 Maret 2017

Hidup sendiri itu pilihan

Separuh abad lebih sudah ku arungi hidup ini, sempurna rasanya sebagai wanita, karir ada, penghasilan lain ada, suami punya , anakpun tiga.
Tapi benarkah aku hidup dalam kesempurnaan karna semua pekerjaan aku lakukan sendiri, semua kebutuhan aku cukupi sendiri. Dengan bergatinya bulan dan tahun-tahunpun berlalu aku semakin merasakan ketidak pastian dan keraguan, benarkah aku wanita, benarkah benarkah aku berkeluarga?
Kini keraguan itu telah berakhir, karna aku menyadari bahwa telah di telantarkan, aku telah disia-siskan, bahkan aku telah ditipu dan di bohongi. Dia hidup hanya untuk dirinya sendiri, yana terfikir hanya kepentingannya sendiri bahkan apa yang dihasilkannya digenggam erat smp urusan keluarga dis tak perduli.
Akhirnya keputusanpun muncul seiring datangnya cobaan ysng bertubi, lebih baik aku hidup sendiri walaupun mungkin cobaan lain akan datang menguji.
Selamat jalan kebersamaan, hidup sendiri adalah pilihan walaupun harus menyadang "status" memalukan.

Tidak ada komentar: