Minggu, 05 Maret 2017

Hidup sendiri itu pilihan

Separuh abad lebih sudah ku arungi hidup ini, sempurna rasanya sebagai wanita, karir ada, penghasilan lain ada, suami punya , anakpun tiga.
Tapi benarkah aku hidup dalam kesempurnaan karna semua pekerjaan aku lakukan sendiri, semua kebutuhan aku cukupi sendiri. Dengan bergatinya bulan dan tahun-tahunpun berlalu aku semakin merasakan ketidak pastian dan keraguan, benarkah aku wanita, benarkah benarkah aku berkeluarga?
Kini keraguan itu telah berakhir, karna aku menyadari bahwa telah di telantarkan, aku telah disia-siskan, bahkan aku telah ditipu dan di bohongi. Dia hidup hanya untuk dirinya sendiri, yana terfikir hanya kepentingannya sendiri bahkan apa yang dihasilkannya digenggam erat smp urusan keluarga dis tak perduli.
Akhirnya keputusanpun muncul seiring datangnya cobaan ysng bertubi, lebih baik aku hidup sendiri walaupun mungkin cobaan lain akan datang menguji.
Selamat jalan kebersamaan, hidup sendiri adalah pilihan walaupun harus menyadang "status" memalukan.

Sabtu, 14 Mei 2011

MENGAPA...........

TITIK-TITIK HUJAN RINTIK-RINTIK
DINGIN-DINGIN SEPOI ANGIN DINGIN
YANG BERKASIHAN TERTAWA KECIL
BERDDEKATAN MENGHANGATKAN DIRI

TITIK-TITIK HUJAN RINTIK-RINTIK
DINGIN-DINGIN SEPOI ANGIN DINGIN
SEORANG GADIS YANG BERSENDIRI
TAK HIRAUKAN BADANNYA MENGGIGIL

MEMANDANG ENTAH APA DI PANDANG
MENANTI SIAPA YANG DI NANTI
MEMANGGIL TIADA YANG TAMPIL
MENITIK AIR MATA TANGIS

TITIK-TITIK HUJAN RINTIK-RINTIK
DINGIN-DINGIN SEPOI ANGIN DINGIN
YANG BERKASIHAN TERTAWA KECIL
YANG SENDIRI HATINYA MENGGIGIL


Entah mengapa tiba-tiba lagu tempo doeloe yang disenandungkan oleh MARINI ini spontan muncul dalam ingatanku tanpa satu baitpun yang lupa dari tiap syairnya.
Aku merasa berada dimasa lalu dimana kesulitan dan kemelut hidup belum pernah aku cicipi. Aku hidup sesuai dengan suasana hati tanpa beban yang harus ditutupi.
Mungkinkah memang aku sekarang ini mengalami suasana itu kembali,tanpa beban dan derita hati andai ya moga semuanya membawa berkah dan pendorong semangat hidup bagi aku dan ketiga anakku.
Ami....n

Sabtu, 23 April 2011

HARI KARTINI

21 April adalah hari dimana para wanita mengenang perjuangan ibu R.A.Kartini , perjuangan untuk membela hak-hak wanita yang dianggap tertindas dan tidak mendapatkan keadilan seperti yang di dapat para laki-laki.
Kartini merasa bahwa wanita pada zamannya hanya dijadikan budak dan pemuas nafsu laki-laki dan lain sebagainya- dan lain sebagainya , pada intinya laki-laki dan wanita adalah sama-sama manusia maka Kartini menginginkan laki-laki dan wanita diperlakukan sama dalam segala hal.

Kini berpuluh bahkan beratus tahun era kartini terlewati , perjuangannya banyak dinikmati oleh wanita. Mereka bisa berpendidikan tinggi , bisa berkarya , memiliki karir bahkan ada yang berjuang melanjutkan jejak Kartini dan mereka berhasil.

Lucunya.....
Disatu sisi wanita menikmati segala yang menjadi keinginannya , disisi lain sebagian lelaki memanfatkan kesempatan ini. Mereka memperdaya ,membodohi , membohongi bahkan memanfaatkan emansipasi wanita untuk kepentingan pribadinya bahkan ada yang tanpa malu-malu menggunakan wanita untuk alat bisnisnya atau untuk menutupi kelemahan dan meninggalkan tanggung jawabnya dengan berpura-pura mencintai atau menyayangi wanita tentunya.

Lalu......
Inikah kebebasan , keadilan, atau persamaan hak yang di inginkan Kartini ?
Kalau kenyataannya wanita tetap tertindas dan tak berdaya.