Menjadi orang tua tidak semudah merangkai kat-kata, tidak semudah mengocok telur, bahkan tidak semudah menggeluti hobi.
Ku halusi, kubelai, kutimang, dia malah terlelap tak sedikitpun yang nampak, tak secuilpun yang tergenggam.
Kukasari, ku ingatkan bahkan kumarahi, dia malah menentang, melawan bahkan menjauh.
Rasanya ingin aka bosan, ingin aku masabodoh dan cuek, tapi dia amanahMU ya Alloh dia titipanMU, tentunya hamba harus memelihara itu.
Kadang ingin ku pukul, ku hajarl dan ku tendang, tapi pantaskah itu?
Dia sudah dewasa, tahu dunia, bahkan bersosialisai dan bekerja, tak mungkin aku memperlakukannya seperti anak2.
Ya Alloh tunjukan cara untuk memdidik anak2 yang sudah beranjak dewasa, hamba lemah kadang tak kuasa, tapi hamba yakin ENGKAU punya banyak cara untuk menjadikan mereka tetap pafa jalanMU.
Ya Alloh hanba berserah diri dan menyerahkan segala sesutunya pada kuasaMU.
,
Sabtu, 08 April 2017
Orenku ber ulah
Selasa, 21 Maret 2017
Panahku melesat jauh
Kabar itu terdengar ringan saja, hatikupun seperti tak merasaksn apa-apa. Tapi tiba-tiba kabar itu berulang, yang ini benar-benar mengejutkan "keduanya ga ada".
Saat itu aku benar-benar terkejut, aku menangis, aku menjerit, mulutku tak henti menyebut namanya. Bang, umi masih pengen bareng , pengen melihat kamu beranak pinak, milihat kamu succes dengan karir yang istimewa,hidup mapan dengan segudang aktifitas dan komunitas, menjunjung nama baik keluarga, berguna bagi bangsa dan pembela agama.
Tapi itu semua hanyalah harapan , nyatanya umi tak melihat lagi kamu bahagia dengan keluarga, umi tak mendengar lagi kalau kamu dipercaya tuk menjabat ini dan itu, umi tak kamu kabari lagi kalau kamu sedang atau akan melakukan sesuatu dengan komunitasmu, bahkan umi tak mungkin lagi berharap kalau kelak kita akan ibadah dan berpasrah bersama keluarga.
Bang, kamu dah pergi jauh sekali, meninggalkan kami yang mencintaimu, membiarkan kami yang masih sangat membutuhkanmu, membuang harapan kami yang masih ingin berbagi denganmu.
Kamu pergi, kamu terbang, bahkan kamu melesat jauh sekali yang membuat kamu tak akan pernah kembali.
Umi ikhlas, umu ridho, walaupun sebenarnya masih sangat ingin berlama-lama bersama. Umi sadar kamu hanyalah titipan, dan ketika yang MEMiLiKi mu memintamu kembali itu artinya DIA lebih menyayangi dan merindukanmu
Pergilah anakku ,doa kami menyertaimu
Terbanglah burung kecilku, karna
syurga telah menunggumu
Melesatlah jauh anak panahku, menuju tempat abadi dengan bekal yang sudah kamu miliki.
Alhamdulillah, hamba bersyukur dengan semua titipan yang KAU percayakan pd hamba.
Minggu, 05 Maret 2017
Hidup sendiri itu pilihan
Separuh abad lebih sudah ku arungi hidup ini, sempurna rasanya sebagai wanita, karir ada, penghasilan lain ada, suami punya , anakpun tiga.
Tapi benarkah aku hidup dalam kesempurnaan karna semua pekerjaan aku lakukan sendiri, semua kebutuhan aku cukupi sendiri. Dengan bergatinya bulan dan tahun-tahunpun berlalu aku semakin merasakan ketidak pastian dan keraguan, benarkah aku wanita, benarkah benarkah aku berkeluarga?
Kini keraguan itu telah berakhir, karna aku menyadari bahwa telah di telantarkan, aku telah disia-siskan, bahkan aku telah ditipu dan di bohongi. Dia hidup hanya untuk dirinya sendiri, yana terfikir hanya kepentingannya sendiri bahkan apa yang dihasilkannya digenggam erat smp urusan keluarga dis tak perduli.
Akhirnya keputusanpun muncul seiring datangnya cobaan ysng bertubi, lebih baik aku hidup sendiri walaupun mungkin cobaan lain akan datang menguji.
Selamat jalan kebersamaan, hidup sendiri adalah pilihan walaupun harus menyadang "status" memalukan.
Sabtu, 14 Mei 2011
MENGAPA...........
DINGIN-DINGIN SEPOI ANGIN DINGIN
YANG BERKASIHAN TERTAWA KECIL
BERDDEKATAN MENGHANGATKAN DIRI
TITIK-TITIK HUJAN RINTIK-RINTIK
DINGIN-DINGIN SEPOI ANGIN DINGIN
SEORANG GADIS YANG BERSENDIRI
TAK HIRAUKAN BADANNYA MENGGIGIL
MEMANDANG ENTAH APA DI PANDANG
MENANTI SIAPA YANG DI NANTI
MEMANGGIL TIADA YANG TAMPIL
MENITIK AIR MATA TANGIS
TITIK-TITIK HUJAN RINTIK-RINTIK
DINGIN-DINGIN SEPOI ANGIN DINGIN
YANG BERKASIHAN TERTAWA KECIL
YANG SENDIRI HATINYA MENGGIGIL
Entah mengapa tiba-tiba lagu tempo doeloe yang disenandungkan oleh MARINI ini spontan muncul dalam ingatanku tanpa satu baitpun yang lupa dari tiap syairnya.
Aku merasa berada dimasa lalu dimana kesulitan dan kemelut hidup belum pernah aku cicipi. Aku hidup sesuai dengan suasana hati tanpa beban yang harus ditutupi.
Mungkinkah memang aku sekarang ini mengalami suasana itu kembali,tanpa beban dan derita hati andai ya moga semuanya membawa berkah dan pendorong semangat hidup bagi aku dan ketiga anakku.
Ami....n
Sabtu, 23 April 2011
HARI KARTINI
Kartini merasa bahwa wanita pada zamannya hanya dijadikan budak dan pemuas nafsu laki-laki dan lain sebagainya- dan lain sebagainya , pada intinya laki-laki dan wanita adalah sama-sama manusia maka Kartini menginginkan laki-laki dan wanita diperlakukan sama dalam segala hal.
Kini berpuluh bahkan beratus tahun era kartini terlewati , perjuangannya banyak dinikmati oleh wanita. Mereka bisa berpendidikan tinggi , bisa berkarya , memiliki karir bahkan ada yang berjuang melanjutkan jejak Kartini dan mereka berhasil.
Lucunya.....
Disatu sisi wanita menikmati segala yang menjadi keinginannya , disisi lain sebagian lelaki memanfatkan kesempatan ini. Mereka memperdaya ,membodohi , membohongi bahkan memanfaatkan emansipasi wanita untuk kepentingan pribadinya bahkan ada yang tanpa malu-malu menggunakan wanita untuk alat bisnisnya atau untuk menutupi kelemahan dan meninggalkan tanggung jawabnya dengan berpura-pura mencintai atau menyayangi wanita tentunya.
Lalu......
Inikah kebebasan , keadilan, atau persamaan hak yang di inginkan Kartini ?
Kalau kenyataannya wanita tetap tertindas dan tak berdaya.
Kamis, 17 Maret 2011
TEMAN atau SAHABAT
Aku hidup dilingkungan orang- orang berpendidikan , mereka semua punya gelar minimal S1, tapi entah kenapa aku tak merasa bahwa diantara mereka aku nyaman , tenang atau teduh . Karna yang yang ada hanya kemunafikan ,mereka manis hanya didepan tapi dibelakang menikam .
Saling gasak - saling gesek dan saling menjatuhkan bahkan rela mengadu domba asal kenginannya terlaksana. Ada yang selalu bikin orang sakit hati, ada yang merasa jadi pahlawan padahal rival tuk mencari perhatian , ada juga yang merasa paling benar sehingga kerjanya hanya menyalahkan orang lain , ga ketinggalan yang menganggap orang lain itu rendah dan hina ( hi....... ngeri ).
Aku ada dilingkungan mereka , tapi tak tau aku masuk katagori yang mana ,yang pasti aku harus terus bersama mereka selama kewajiban tugas belum habis waktunya.
Aku ada di lingkungan mereka , tapi aku masih bertanya siapa sebenarnya mereka , TEMAN atau SAHABAT ?
Rabu, 09 Maret 2011
TIGA ANAK PANAH
Manja , supel , rela berkorban , dan setia kawan
DUA OREN
Sedikit bicara tapi setia ,kuat jaga rahasia dan bijaksana satu lagi tekadnya baja
TIGA PUTIH
Penyayang , sangat peduli dan sangat hati-hati , cerdas tapi agak rendah diri
Tiga anak panah yang akan menyusuri tiga penjuru dunia ,membawa tekad , cita dan semangat untuk berkarya .
Tiga anak panah yang akan menjadi pejuang bangsa , aset negara yang punya motivasi baja , yang akan memberi manfaat disetiap lingkungannya , yang akan membuka jendela di setiap sudut tempat yang disinggahinya.
Tiga anak panah pengabdi agama , menjunjung tinggi aturan kholiknya dan berjalan penuh wibawa melaksakan sunahnya ,memberi teladan bagi generasi penerusnya.
Tiga anak panah , kalian buah hati kami , KEBANGGAAN dan harapan pembawa masa depan yang penuh tuntunan.
Tiga anak panah berjuanglah , doa kami menyertai setip langkah nanda
HARAPAN
Kutemani dia, ku sayangi ,apapun keinginannya kuturuti, apapun kebutuhannya aku yang cari . ketika kebutuhan tidak mencukupi orang tua ku memberi , atau saudaraku meminjami.
Dua puluh satu tahun kebersamaan itu aku jalani dengan penuh sabar dan harap suatu saat dia menyadari bahwa kami hidup TERTUKAR POSISI .
Kuingatkan, ku tegur , bahkan kumarahi, tapi yang ada hanya debat kusir yang tak pernah punya arti . Bicaranya hanyalah kaset lama yang selalu di ulang-ulang kembali, janjinya hanyalah kemunafikan dan kebohongan yang semakin membawa dia lupa diri.
Ternyata KEBERSAMAAN kami tak membuatnya semakain dewasa , semakin hari yang membesar hanyalah tubuhnya. Ibarat bayi raksasa dia menghabiskan waktunya hanya untuk ..... dan .... sehingga tubuhnya semakin besar dan semakin besar , begitupun keangkuhan dan kesombongannya yang dibesarkan untuk menutupi kekurangannya.
Kini ulat itu kubiarkan berpuasa , sendiri dalam kepompong yang membutnya dewasa , karna aku berharap kelak dia menjadi kupu-kupu yang indah dan rupawan , yang baik dan jantan . Sehingga dia mampu melaksanakan kewajiban dari sisa hidupnya yang mungkin kurang dari separuh jalan.
Kurelakan dia mencari teman lain yang tentunya akan membawa dia kepada kepribadian yang lain