Kamis, 17 Maret 2011

TEMAN atau SAHABAT

Apasih bedanya teman dan sahabat , dan dimana letak persamaannya ?

Aku hidup dilingkungan orang- orang berpendidikan , mereka semua punya gelar minimal S1, tapi entah kenapa aku tak merasa bahwa diantara mereka aku nyaman , tenang atau teduh . Karna yang yang ada hanya kemunafikan ,mereka manis hanya didepan tapi dibelakang menikam .
Saling gasak - saling gesek dan saling menjatuhkan bahkan rela mengadu domba asal kenginannya terlaksana. Ada yang selalu bikin orang sakit hati, ada yang merasa jadi pahlawan padahal rival tuk mencari perhatian , ada juga yang merasa paling benar sehingga kerjanya hanya menyalahkan orang lain , ga ketinggalan yang menganggap orang lain itu rendah dan hina ( hi....... ngeri ).

Aku ada dilingkungan mereka , tapi tak tau aku masuk katagori yang mana ,yang pasti aku harus terus bersama mereka selama kewajiban tugas belum habis waktunya.
Aku ada di lingkungan mereka , tapi aku masih bertanya siapa sebenarnya mereka , TEMAN atau SAHABAT ?

Rabu, 09 Maret 2011

TIGA ANAK PANAH

SATU BIRU
Manja , supel , rela berkorban , dan setia kawan
DUA OREN
Sedikit bicara tapi setia ,kuat jaga rahasia dan bijaksana satu lagi tekadnya baja
TIGA PUTIH
Penyayang , sangat peduli dan sangat hati-hati , cerdas tapi agak rendah diri

Tiga anak panah yang akan menyusuri tiga penjuru dunia ,membawa tekad , cita dan semangat untuk berkarya .
Tiga anak panah yang akan menjadi pejuang bangsa , aset negara yang punya motivasi baja , yang akan memberi manfaat disetiap lingkungannya , yang akan membuka jendela di setiap sudut tempat yang disinggahinya.
Tiga anak panah pengabdi agama , menjunjung tinggi aturan kholiknya dan berjalan penuh wibawa melaksakan sunahnya ,memberi teladan bagi generasi penerusnya.

Tiga anak panah , kalian buah hati kami , KEBANGGAAN dan harapan pembawa masa depan yang penuh tuntunan.
Tiga anak panah berjuanglah , doa kami menyertai setip langkah nanda

HARAPAN

Sabda nabi "KALAU INGIN TAU KEPRIBADIAN SESEORANG MAKA LIHATLAH SIAPA TEMANNYA"

Kutemani dia, ku sayangi ,apapun keinginannya kuturuti, apapun kebutuhannya aku yang cari . ketika kebutuhan tidak mencukupi orang tua ku memberi , atau saudaraku meminjami.
Dua puluh satu tahun kebersamaan itu aku jalani dengan penuh sabar dan harap suatu saat dia menyadari bahwa kami hidup TERTUKAR POSISI .
Kuingatkan, ku tegur , bahkan kumarahi, tapi yang ada hanya debat kusir yang tak pernah punya arti . Bicaranya hanyalah kaset lama yang selalu di ulang-ulang kembali, janjinya hanyalah kemunafikan dan kebohongan yang semakin membawa dia lupa diri.
Ternyata KEBERSAMAAN kami tak membuatnya semakain dewasa , semakin hari yang membesar hanyalah tubuhnya. Ibarat bayi raksasa dia menghabiskan waktunya hanya untuk ..... dan .... sehingga tubuhnya semakin besar dan semakin besar , begitupun keangkuhan dan kesombongannya yang dibesarkan untuk menutupi kekurangannya.

Kini ulat itu kubiarkan berpuasa , sendiri dalam kepompong yang membutnya dewasa , karna aku berharap kelak dia menjadi kupu-kupu yang indah dan rupawan , yang baik dan jantan . Sehingga dia mampu melaksanakan kewajiban dari sisa hidupnya yang mungkin kurang dari separuh jalan.
Kurelakan dia mencari teman lain yang tentunya akan membawa dia kepada kepribadian yang lain