Apasih bedanya teman dan sahabat , dan dimana letak persamaannya ?
Aku hidup dilingkungan orang- orang berpendidikan , mereka semua punya gelar minimal S1, tapi entah kenapa aku tak merasa bahwa diantara mereka aku nyaman , tenang atau teduh . Karna yang yang ada hanya kemunafikan ,mereka manis hanya didepan tapi dibelakang menikam .
Saling gasak - saling gesek dan saling menjatuhkan bahkan rela mengadu domba asal kenginannya terlaksana. Ada yang selalu bikin orang sakit hati, ada yang merasa jadi pahlawan padahal rival tuk mencari perhatian , ada juga yang merasa paling benar sehingga kerjanya hanya menyalahkan orang lain , ga ketinggalan yang menganggap orang lain itu rendah dan hina ( hi....... ngeri ).
Aku ada dilingkungan mereka , tapi tak tau aku masuk katagori yang mana ,yang pasti aku harus terus bersama mereka selama kewajiban tugas belum habis waktunya.
Aku ada di lingkungan mereka , tapi aku masih bertanya siapa sebenarnya mereka , TEMAN atau SAHABAT ?
Kamis, 17 Maret 2011
Rabu, 09 Maret 2011
TIGA ANAK PANAH
SATU BIRU
Manja , supel , rela berkorban , dan setia kawan
DUA OREN
Sedikit bicara tapi setia ,kuat jaga rahasia dan bijaksana satu lagi tekadnya baja
TIGA PUTIH
Penyayang , sangat peduli dan sangat hati-hati , cerdas tapi agak rendah diri
Tiga anak panah yang akan menyusuri tiga penjuru dunia ,membawa tekad , cita dan semangat untuk berkarya .
Tiga anak panah yang akan menjadi pejuang bangsa , aset negara yang punya motivasi baja , yang akan memberi manfaat disetiap lingkungannya , yang akan membuka jendela di setiap sudut tempat yang disinggahinya.
Tiga anak panah pengabdi agama , menjunjung tinggi aturan kholiknya dan berjalan penuh wibawa melaksakan sunahnya ,memberi teladan bagi generasi penerusnya.
Tiga anak panah , kalian buah hati kami , KEBANGGAAN dan harapan pembawa masa depan yang penuh tuntunan.
Tiga anak panah berjuanglah , doa kami menyertai setip langkah nanda
Manja , supel , rela berkorban , dan setia kawan
DUA OREN
Sedikit bicara tapi setia ,kuat jaga rahasia dan bijaksana satu lagi tekadnya baja
TIGA PUTIH
Penyayang , sangat peduli dan sangat hati-hati , cerdas tapi agak rendah diri
Tiga anak panah yang akan menyusuri tiga penjuru dunia ,membawa tekad , cita dan semangat untuk berkarya .
Tiga anak panah yang akan menjadi pejuang bangsa , aset negara yang punya motivasi baja , yang akan memberi manfaat disetiap lingkungannya , yang akan membuka jendela di setiap sudut tempat yang disinggahinya.
Tiga anak panah pengabdi agama , menjunjung tinggi aturan kholiknya dan berjalan penuh wibawa melaksakan sunahnya ,memberi teladan bagi generasi penerusnya.
Tiga anak panah , kalian buah hati kami , KEBANGGAAN dan harapan pembawa masa depan yang penuh tuntunan.
Tiga anak panah berjuanglah , doa kami menyertai setip langkah nanda
HARAPAN
Sabda nabi "KALAU INGIN TAU KEPRIBADIAN SESEORANG MAKA LIHATLAH SIAPA TEMANNYA"
Kutemani dia, ku sayangi ,apapun keinginannya kuturuti, apapun kebutuhannya aku yang cari . ketika kebutuhan tidak mencukupi orang tua ku memberi , atau saudaraku meminjami.
Dua puluh satu tahun kebersamaan itu aku jalani dengan penuh sabar dan harap suatu saat dia menyadari bahwa kami hidup TERTUKAR POSISI .
Kuingatkan, ku tegur , bahkan kumarahi, tapi yang ada hanya debat kusir yang tak pernah punya arti . Bicaranya hanyalah kaset lama yang selalu di ulang-ulang kembali, janjinya hanyalah kemunafikan dan kebohongan yang semakin membawa dia lupa diri.
Ternyata KEBERSAMAAN kami tak membuatnya semakain dewasa , semakin hari yang membesar hanyalah tubuhnya. Ibarat bayi raksasa dia menghabiskan waktunya hanya untuk ..... dan .... sehingga tubuhnya semakin besar dan semakin besar , begitupun keangkuhan dan kesombongannya yang dibesarkan untuk menutupi kekurangannya.
Kini ulat itu kubiarkan berpuasa , sendiri dalam kepompong yang membutnya dewasa , karna aku berharap kelak dia menjadi kupu-kupu yang indah dan rupawan , yang baik dan jantan . Sehingga dia mampu melaksanakan kewajiban dari sisa hidupnya yang mungkin kurang dari separuh jalan.
Kurelakan dia mencari teman lain yang tentunya akan membawa dia kepada kepribadian yang lain
Kutemani dia, ku sayangi ,apapun keinginannya kuturuti, apapun kebutuhannya aku yang cari . ketika kebutuhan tidak mencukupi orang tua ku memberi , atau saudaraku meminjami.
Dua puluh satu tahun kebersamaan itu aku jalani dengan penuh sabar dan harap suatu saat dia menyadari bahwa kami hidup TERTUKAR POSISI .
Kuingatkan, ku tegur , bahkan kumarahi, tapi yang ada hanya debat kusir yang tak pernah punya arti . Bicaranya hanyalah kaset lama yang selalu di ulang-ulang kembali, janjinya hanyalah kemunafikan dan kebohongan yang semakin membawa dia lupa diri.
Ternyata KEBERSAMAAN kami tak membuatnya semakain dewasa , semakin hari yang membesar hanyalah tubuhnya. Ibarat bayi raksasa dia menghabiskan waktunya hanya untuk ..... dan .... sehingga tubuhnya semakin besar dan semakin besar , begitupun keangkuhan dan kesombongannya yang dibesarkan untuk menutupi kekurangannya.
Kini ulat itu kubiarkan berpuasa , sendiri dalam kepompong yang membutnya dewasa , karna aku berharap kelak dia menjadi kupu-kupu yang indah dan rupawan , yang baik dan jantan . Sehingga dia mampu melaksanakan kewajiban dari sisa hidupnya yang mungkin kurang dari separuh jalan.
Kurelakan dia mencari teman lain yang tentunya akan membawa dia kepada kepribadian yang lain
Langganan:
Komentar (Atom)