Sabtu, 29 November 2008
Langkah kecil simungil
Rasanya belum lengkap kebang gaan ini, kalo pagi seindah ini ku biarkan taktberirama. Lalu ku ajak lilin kecil itu berjalan, berjalan membelah kota batu sangkar. Kota tanah airku yg kedua. Dia berjalan , berlari, berjalan terus berlari lagi . Bibirnya teriak-teriak kegirangan. Matanya memancar kan kesenangan. Nafasnya me ngendus betisku , aku tau dia sudah lelah, tapi dia diam. tidak mengeluh... teruslah harapanku, cita-citamu kau perjuangkan mulai sekarang. Dia tersenyum, manis, lugu, menebarkan keda maian. Ach... Anakku merayu hatiku, sambil ku peluk ku bisikkan semangat, teruslah anakku istana pagaruyung sudah dekat. Petuah orang tua harus di indahkan. Semangat baru merasuk dada harapanku, dia berlari, kencang mengejar cita-citanya. Dia teriak, menggema , meneriakkan sema ngat sendi-sendi kehidupannya. Dia tersenyum, jangan ! jangan tersenyum lilin kecil, masih banyak orang mengeluh mena ngis oleh kebodohan nafsu kita. Masih banyak yg harus kau lihat. Masih banyak yg kau dengar. Masih banyak yg harus kau me ngerti. Masih banyak yg harus kau perbuat untuk dirimu, untuk sau daramu, untuk orang tuamu, untuk agamamu dan untuk nega ramu. Lilin kecil, jangan berdiri di persimpangan jakan!
Rasanya belum lengkap kebang gaan ini, kalo pagi seindah ini ku biarkan taktberirama. Lalu ku ajak lilin kecil itu berjalan, berjalan membelah kota batu sangkar. Kota tanah airku yg kedua. Dia berjalan , berlari, berjalan terus berlari lagi . Bibirnya teriak-teriak kegirangan. Matanya memancar kan kesenangan. Nafasnya me ngendus betisku , aku tau dia sudah lelah, tapi dia diam. tidak mengeluh... teruslah harapanku, cita-citamu kau perjuangkan mulai sekarang. Dia tersenyum, manis, lugu, menebarkan keda maian. Ach... Anakku merayu hatiku, sambil ku peluk ku bisikkan semangat, teruslah anakku istana pagaruyung sudah dekat. Petuah orang tua harus di indahkan. Semangat baru merasuk dada harapanku, dia berlari, kencang mengejar cita-citanya. Dia teriak, menggema , meneriakkan sema ngat sendi-sendi kehidupannya. Dia tersenyum, jangan ! jangan tersenyum lilin kecil, masih banyak orang mengeluh mena ngis oleh kebodohan nafsu kita. Masih banyak yg harus kau lihat. Masih banyak yg kau dengar. Masih banyak yg harus kau me ngerti. Masih banyak yg harus kau perbuat untuk dirimu, untuk sau daramu, untuk orang tuamu, untuk agamamu dan untuk nega ramu. Lilin kecil, jangan berdiri di persimpangan jakan!
Selasa, 18 November 2008
Amanah 190890
Begitu menghentak! Suara lembut manja itu mengusik kegalauanku Dia hadir ditengah penantian pj Menggelisahkan Kami ? Kita semua berpeluk suasana tak tergambarkan Suasana itu nenenggelamkan suara-suara tak bermelodi Allohu Akbar! ! ! AmanahMU, kebanggaanku AmanahMU, hartaku yang tak terlukiskan nilainya Dengan suka cita ku peluk firman2 MU hamba sujud tunduk di hadapanMU YA ALLAH , berilah hamba petun jukMU, agar tidak kehilangan arah Berilah hamba ilmu MU, agar bisa mengemban amanah MU Berilah hamba kedalaman iman islam MU, agar hamba mengerti kebahagiaanMU yg kau berikan ALLAHU AKBAR ! ! ! Malam pekat yg dibungkus dingin nya anghn Agustus 90 di ketinggi an tanah pagaruyung tak terasa ! Kalah oleh hangatnya suasana keluarga yang menyambut kedatangan anak pertama Kesibukan senyum keluarga semerbak mengharumkan suasana bahagia... Malam itu lampu2 rumahku terang benderana, tapi ada yanh lebih terang di lubuk hati kita, anakku tersayang, Amanah Alloh yang dinantikan Terima kasih kepercayaannya ALLOHU AKBAR ! ! !
Kamis, 13 November 2008
Selasa, 11 November 2008
Untukmu
Sejauh hasrat mengalami niat tiada makna kalau batin tersiksa baiknya bersyukur menikmati ceceran cita cita yg tersiksa amarah kedengkian kita pendam amarah ketidak puasan kita lebur anakku kalau liku jalan ini kau pahami kalau macam rona dpt kau lihat warnanya insya Allah aral muara cobaan tebing terjal bersalju kemiringan sosiak atau hutan belantara emosi akan hilang bersama sirnanya rasa menyalahkan dan datangnya negri ketentraman kebahagiaan anakku negri iv ada dlm hatimu hati yg bersìh penuh syukur dan penuh iman
Jumat, 07 November 2008
Langganan:
Komentar (Atom)